Senin, 14 November 2011

SPECIAL MENU FROM A LITTLE CHEF

14/11/10 – 17.39   
(status ini diberi ‘Like’ oleh Bambang Budi  Hendratmoko Koko , Rekno Sulandjari, Ruhnia Uni Niati, Nur Ainayah al Fatihah, Achmad Fauzi, dan dikomentari oleh Estee Sugesty dan Ruhnia Uni Niati)
“Ayah..bunda, aku mau kasih kejutan!”, ujar Ulan mengagetkan.
Kejutan? Dalam rangka apa?
“Kalau aku masak telur, ayah mau dimasak apa? Lalu kalau bunda, penginnya apa?”, lanjutnya.
Rupanya Ulan mendengar kalau beberapa hari lagi adalah ulang tahun pernikahan orangtuanya. Karena itu dia berencana memberikan kado istimewa buat ayah bunda. Memang, pada setiap hari yang dirasa istimewa – ulang tahun kelahiran, pernikahan, dsb. – kita membiasakan untuk memberi hadiah. Hmm…ternyata tradisi ini mulai diikuti oleh si kecil Ulan.
Namun, sampai menjelang hari H ulang tahun pernikahan, si Ulan tenang-tenang saja. Tak ada tanda-tanda kesibukan merencanakan atau membuat sebuah kado istimewa. Kami pun tak lagi menyinggung dan menganggapnya lupa.
Saat menjelang Maghrib di hari itu, Ulan minta ijin:
“Bunda, aku sama mbak Suci sholat di rumah saja. Ayah sama Bunda di musholla ya..”
Kami pun berangkat ke musholla. Tak punya bayangan apa yang sedang direncanakan oleh anak kami itu. Sepulang dari musholla, kami mendapati meja makan telah siap dengan hidangan. Tertata rapi dengan table-manner ala restoran. Sendok dan garpu terletak di sebelah kanan dan kiri piring. Dua gelas air putih di sebelah kanan. Kecap dan saus pun tersedia. Plus hiasan boneka Princess. Oh, rupanya si anak sedang mempraktekkan etiket pengaturan hidangan seperti yang ia lihat di film atau pas pergi ke kondangan.
Satu piring berisi nasi dan telur mata sapi, sedangkan yang satunya berisi telur orak-arik. Ooo..itu rupanya teka-teki telur yang ditanyakan Ulan. Telur mata sapi adalah kegemaran ayah, sedangkan bunda lebih suka jika diorak-arik.
“Selamat ulang tahun, Ayah Bunda”, kata Ulan, “Ini surprise buat ulang tahun pernikahan Ayah Bunda.”
Ah, mengharukan sekali! Itu adalah kado yang paling istimewa yang pernah kami terima. Tak pernah terbayangkan si anak mempunyai ide dan rencana memberi kado istimewa berupa masakannya sendiri yang ditata ala chef kenamaan. Meskipun hanya sebutir telur.
Terima kasih, anak… Yang pasti, engkau adalah hadiah yang paling luar biasa dari Tuhan. InsyaAllah.

-----------------------

..bila anak hidup dengan apresiasi, ia sedang belajar tentang penghargaan...
(Dorothy Low Nolte)

(dari qaulan sadiida on facebook: bercermin pada anak-anak..)

Tidak ada komentar: