Sabtu, 30 Juli 2011

KEKUATAN & KELEMAHAN

Alkisah, di sebuah kota kecil di Jepang, terdapat seorang anak yg lengan kirinya buntung, tetapi ia sangat menyukai beladiri judo, dan sudah mengikuti latihan di sebuah dojo. Selama berlatih, sang guru hanya mengajarkan satu jurus saja. Walaupun jurus itu termasuk sukar untuk dikuasai, anak ini merasa tak puas karena ia melihat murid-murid lainnya mempelajari bermacam-macam teknik. 


Akhirnya setelah 6 bulan, ia tak kuasa lagi menahan kesabarannya. Lantas ia menemui sang guru:  “Sensei, bolehkah aku bertanya? Mengapa selama 6 bulan ini aku hanya berlatih jurus ini saja”.  


Gurunya hanya menjawab singkat, “Karena engkau murid yang istimewa dan hanya jurus ini yang engkau perlukan”. 


Ia tak berani lagi bertanya dan memilih untuk berlatih dengan tekun. Semakin lama jurus itu semakin dikuasainya dan mendarah daging dalam dirinya. Tak ada seorangpun yang semahir dia dalam menggunakan jurus tersebut. Setahun kemudian, sang guru menyertakan dirinya dalam kejuaran nasional di ibukota. Walaupun merasa pesimis  dan minder, ia menuruti permintaan sang guru. Mereka pun berangkat ke ibukota. Kejuaraan dimulai. 


Diluar dugaannya, dengan mudah ia bisa menjatuhkan dan mengunci lawan-lawannya. Babak demi babak ia lalui, sampai akhirnya ia harus menghadapi juara tahun lalu di babak final. Walau memakan waktu cukup lama dan menguras tenaga, lagi-lagi ia berhasil memenangkan pertandingan. Dalam perjalanan pulang, sembari membahas dan mengevaluasi pertarungannya, sang anak bertanya kembali: “Sensei, saya heran, mengapa hanya bermodal satu jurus ini saja saya bisa memenangi pertandingan. Saya masih belum mengerti ucapan Sensei dulu. Apa istimewanya saya dan mengapa hanya satu jurus ini?” 


Sang Sensei tersenyum dan berkata, “Muridku, cara bertarung setiap orang adalah unik, tergantung dari kekuatan dan kelemahannya. Praktisi beladiri perlu mempelajari berbagai teknik dan jurus sampai akhirnya ia menemukan kekuatan serta kelemahannya. Sampai akhirnya memilih teknik dan jurus yang sesuai, yaitu teknik-teknik yang memanfaatkan kekuatannya dan menutupi kekurangan. Atau bahkan mengubah kelemahannya sebagai kekuatan. Engkau istimewa, karena kekuranganmu sudah jelas. Sehingga tak perlu menghabiskan waktu mempelajari berbagai jurus dan teknik yang sudah pasti tidak engkau perlukan. Dan jurus itu paling cocok bagimu, karena selain jurus tersebut salah satu jurus tersulit dalam judo, satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah dengan mengunci lengan kirimu”. 


Kadang orang mengira bahwa kekurangannya merupakan hukuman, kutukan dan menyesalinya. Padahal, di dunia ini banyak sekali terdapat kemungkinan dan tak mungkin semuanya diraih. Orang-orang yang memahami kekurangannya seharusnya bisa menyadari hal-hal yang mustahil ia lakukan dan tak membuang waktu percuma untuk mengejarnya. Dan orang-orang yang juara adalah orang-orang yang menggunakan semaksimal mungkin  kekuatannya dan juga berhasil menggunakan kelemahannya juga sebagai kekuatan.


Cerita di atas menginspirasikan tentang keistmewaan dalam kekurangan. Bagaimana dengan anak-anak kita, ayah-bunda? Tiap-tiap anak memiliki keunikannya sendiri. Bisa jadi keunikan itu adalah kelemahan dalam persepsi kita. Seperti sensei di atas, kita mesti jeli melihat dan mengoptimalkan ‘kekurangan’ itu menjadi sebuah kekuatan. Belajar dengan cara menyenangkan adalah salah satu cara mengetahui dan mengotimalkan keunikan itu. 

Selamat mencoba...

Tidak ada komentar: